Senin, 12 Februari 2018

SOP PERAWATAN INKUBATOR


LEMBAR OBSERVASI
 PERAWATAN BAYI DALAM INKUBATOR HYGIENE SANITASI DAN NEUTRAL THERM ENVIRONMENT
Nama Mahasiswa        :
NIM                            :
No
KEGIATAN
NILAI


0
1
2
1
PERSIAPAN ALAT :
1.      Inkubator
2.      Termometer Ruang
3.      Termometer Aksila




2
Bersihkan inkubator dengan disinfektan setiap hari dan bersihkan secara keseluruhan setiap minggu atau setiap akan digunakan.



3
Tutup Matras dengan kain bersih.



4
Kosongkan air reservoir (dapat menjadi tempat tumbuh bakteri berbahaya dan menyerang bayi).




5

Atur suhu inkubator sesuai dengan umur dan berat badan bayi :
a.      BB Kurang dari 1500 gram :
Umur 1 – 10 hari : 350C, umur 11 hari – 3 Minggu : 340C, Umur 3 – 5 Minggu : 330C, Umur Lebih dari 5 Minggu : 320C.

b.      BB 1500 – 2000 gram :
Umur 1 – 10 hari : 340C, umur 11 hari – 4 Minggu : 330C, umur lebih dari 4 Minggu : 320C.

c.       BB 2100 – 2500 gram :
Umur 1 – 2 hari : 340C, umur 3 hari – 3 Minggu : 330C, umur lebih dari 3 Minggu : 320C.

d.      BB Lebih dari 2500 gram :
Umur 1 – 2 hari : 330C, umur lebih dari 2 hari : 320C.

(* bila jenis inkubator berdinding tebal, setiap perbedaan suhu antara suhu ruang dan suhu inkubator 70C, maka naikkan suhu inkubator 10C).



6
Hangatkan Inkubator sebelum digunakan.



7
Bila memerlukan pengamatan seluruh tubuh bayi atau terapi sinar, maka lepas semua pakaian bayi dan segera kenakan pakaian kembali setelah pengamatan atau terapi selesai.



8
Tutup Inkubator secepat mungkin, jaga lubang selalu tertutup agar inkubator tetap hangat.



9
Gunakan satu inkubator untuk satu bayi.



10
Periksa suhu inkubator dengan termometer ruang dan ukur suhu bayi per aksila setiap jam dalam 8 jam pertama, kemudian setiap 3 jam.
·         Apabila suhu bayi kurang dari 36,50C atau lebih dari 37,50C, maka atur suhu inkubator secepatnya.
·         Apabila suhu inkubator tidak sesuai dengan suhu yang sudah diatur, berarti inkubator tidak berfungsi dengan baik. Atur suhu inkubator sampai tercapai suhu yang dikehendaki atau gunakan cara lain untuk menghangatkan bayi.



11
Apabila Bayi tetap dingin walaupun suhu inkubator telah diatur, maka lakukan Manajemen penanganan suhu tubuh abnormal.




12
Pindahkan bayi ke Ibu secepatnya apabila bayi sudah tidak menunjukkan tanda – tanda sakit.



13
Merapikan bayi.



14
Membereskan alat – alat.



15
Mencuci tangan.



TOTAL



Keterangan :
0 = Tidak dilakukan sama sekali                                                         Padang, ..........2018
1 = Dilakukan tetapi tidak sempurna
2 = Dilakukan dengan sempurna

Nilai =   Jumlah Total              X 100  =........                         (                                   )
                                    30
Nilai ≥ 70, Mahasiswa dinyatakan Lulus
Nilai ≤ 70, Mahasiswa dinyatakan Tidak Lulus dan Harus Mengulang



SOP FOTO TERAPI


POLITEKNIK KESEHATAN  KEM. KESEHATAN
PRODI KEPERAWATAN PADANG
--------------------------------------------
LEMBAR OBSERVASI TINDAKAN FOTO TERAPI

No
ASPEK YANG DINILAI
NILAI
1
2
3
4
I
PERSIAPAN ALAT
a.     Alat foto tarapi
b.     Penutup mata (pelindung mata yg warna hitam)
c.      Tempat  tidur bayi
d.     Plester  tisu




2
Pra Interaksi




3
Interaksi




4
Pelaksanaan :
a.     Sebelum foto terapi dilakukan
Persiapan alat foto terapi :
1.      Pastikan lampu menyala sesuai standar
2.      Atur jarak foto terapi dengan tempat tidur bayi antara 30 – 40 cm
3.      Siapkan pelindung mata
4.      Tutup mata sebelum menggunakan pelindung mata
5.      Yakinkan bahwa pelindung mata dapat menutupi mata tanpa menyakiti bayi
b.     Ketika terapi sinar biru dilakuakan
1.      Posisi :
1)      Letakan bayi  telentang  dibawa alat terapi sinar
2)      Catat durasi terapi , tipe lampu terapi yang digunakan, jarak dari lampu kepada bayi,
3)      Ubah posisi bayi teratur sehingga seluruh tubuh bayi terekspos  oleh terapi sinar  biru
2.      Menjaga bayi  dari injuri
1)      Yakinkan penutup mata adekuat melindungi bayi
2)      Buka penutup mata setiap memberi minum, memandikaan dan tindakan lainnya (1x setiap 4/6 jam)
3.      Menjaga status hidrasi bayi
1)      Memberi minum bayi sesuai  kebutuhan
2)      Pertahankan rute minum bayi , yakin porsi yang diberikan adekuat
3)      Observasi status hidrasi, awasi tanda kekeringan pada kulit, kulit pecah – pecah dan kemerahan
4.      Menjaga keadekuatan termoregulasi
1)   Obsesvasi suhu dan warna kulit bayi secara teratur
2)   Hindari penggunaan minyak/ lotion pada tubuh bayi yang sedang mendapat foto terapi
5.      Menjaga keadekuatan integument bayi
Jaga bayi tetap bersih dan kering




Simpulan catatan:       1. ………………………………………………
2.      ………………………
Simpulan Kompetensi
1.      Kompeten (K) ditentukan setelah uji coba
2.      Belum Kompeten (BK)
Padang,                                2014
Nama Mahasiswa                                                                                          Penilai


----------------------------                                                             -------------------------------